Bagaimana cara membuat artikel blog yang menarik? - Zenius Blog
Bagaimana cara membuat Swasta blog yang menarik?
Tertarik menulis Swasta blog? Berikut adalah berbagai tips dan panduan yang akan menolong kamu untuk menulis artikel blog yang menarik dan berkualitas.
Halo Zenius reader, apa kabarnya Penilaian raport lo semua nih? Gua harap semuanya mendapatkan hasil yang sesuai Berhubungan dengan usaha dan kemampuan lo. Ngomong-ngomong sekarang kan udah liburan, enaknya ngapain dong yah? Kalo di liburan-liburan yang lalu, Zenius udah pernah ngasih lo rekomendasi bacaan atau film yang keren. Selain itu kita juga udah pernah mendorong lo bagi mencoba belajar ngulik hobby yang baru. Nah bagi liburan Natal dan akhir tahun kali ini, kita tantang lo segala untuk belajar nulis artikel blog yang gokil!
Okay sebelum mulai bahas seputar nulis blog, gua penasaran nih beberapa banyak di antara lo yang udah punya blog pribadi atau Tidak aktif nulis di forum blog umum?
Loading ...
Buat lo yang udah punya blog pribadi, lo mungkin tau kalo ada berbagai macem tipe blog yang dibuat, dari yang cuma untuk sharing kehidupan sehari-hari, travel-blog yang khusus mengupas perjalanan blogger ke sesuatu tempat, atau sekedar jadi wadah untuk curhat mengenai kegalauan hubungan lo dengan teman, pacar, keluarga atau kecengan lo, sampai ada juga blog yang berisi mengenai pembelajaran menarik yang mereka lihat dari fenomena yang ada di sekitar mereka. Tujuan target pembaca dalam sebuah blog juga bisa jadi macem-macem, ada yang tujuannya bagi bisa dibaca oleh pembaca umum, ada yang berharap cuma dibaca sama temen-temen deket doang, ada juga yang gak pengen dibaca sama orang lain, cuma sekedar bagi refleksi diri sendiri.
Kalo dari yang suka gua perhatiin sih, kebanyakan blogger-blogger muda (15-21 tahun) itu terus ngambil topik kehidupan sehari-hari mereka untuk dituangkan dalam Swasta blog. Jarang banget yang ngambil tema blog yang berisi mengenai hal-hal menarik yang bisa jadi pembelajaran di sekitar mereka. Sebetulnya emang ga ada salahnya sih kalo lo emang lagi enjoy-enjoynya nulis mengenai kehidupan sehari-hari, cuma saran dari gua sih coba deh sesekali aja bikin 2-3 Swasta yang serius tentang hal-hal yang lo pelajari dari lingkungan sekitar lo. Gua percaya, proses belajar lo akan jauh lebih gokil kalo lo bisa “menangkap makna” pada setiap kejadian yang lo amati sehari-hari dan menuangkannya kembali dalam bentuk tulisan. Karena sebetulnya, hampir semua hal yang terjadi di sekitar lo itu punya Bermakna ganda tersendiri, mulai dari pengalaman lo berinteraksi sama lingkungan sekitar, dari film yang lo tonton, dari buku yang lo baca, atau bahkan dari proses perubahan paradigma cara Kerangka berpikir lo.
Buat lo yang baca Swasta gua sebelumnya tentang biografi singkat Soe Hok Gie, disitu gua sempat ngebahas kalo Gie menulis catatan harian-nya Berhubungan dengan konsisten selama 11 tahun . Kalo lo sempet baca catatan harian Gie, ada satu hal yang membuat sosok Soe Hok Gie begitu memikat dan menarik bagi dikupas secara mendalam. Hal itu adalah karena dalam catatan hariannya itu, dia gak cuma ngebahas hal-hal apa aja yang terjadi dalam keseharian hidupnya. Tapi Gie juga bisa melihat “makna” dari apa yang setiap kejadian yang terjadi dalam hidupnya.
Nah, justru dari tulisannya yang sepertinya itulah kita jadi mengerti proses pembelajaran yang dia alami dalam hidupnya, perkembangan intelektual dia, dan apa alasan dibalik setiap perjuangan, pemikiran, inspirasi, maupun segala pertimbangan yang mendasari keputusan dia dalam hidupnya. Hal yang sama juga bisa kita menunjukkan pada mereka yang menulis catatan harian atau autobiografi hidupnya sepertinya Anne Frank, Hellen Keller, Kartini, dan tokoh-tokoh dunia lain.
So, dalam mengisi liburan kali ini, Zenius menantang lo segala untuk mulai aktif nulis artikel di blog kami masing-masing. Terutama untuk menulis artikel yang didasarkan pada pembelajaran yang lo dapatkan dari apa yang lo alami, atau lo baca, tonton, dengar, dalam keseharian lo. Buat lo yang udah punya blog pribadi, ini adalah kesempatan bagi meningkatkan kualitas dari tulisan lo. Buat lo yang belum punya blog, ini adalah kesempatan bagi mulai mengabadikan karya hidup lo, pengalaman lo, gagasan serta pemikiran lo dalam bentuk tulisan.
Kalo kata Pram, menulis adalah ibarat bekerja bagi keabadian…
“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak mengurangi menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja bagi keabadian” – Pramoedya Ananta Toer
Nah, supaya Berlebihan afdol, di artikel kali ini gua akan membahas 2 hal yang berkaitan Berhubungan dengan menulis blog, yang pertama adalah gimana caranya menulis Swasta blog yang menarik untuk dibaca. Kedua, apa saja kaidah-kaidah, tata cara, aturan main dalam menulis Swasta blog yang bener. Cuma emang panduan menulis Swasta blog yang gua racik di sini, memang ditujukan untuk artikel blog yang berisi sharing ilmu dan memang bertujuan bagi dibaca oleh khalayak umum yaah. Jadi emang pembahasannya Berlebihan gua arahkan ke “gimana caranya membuat Swasta yang menarik dan berkualitas untuk dibaca oleh pembaca umum?”
Apa definisi artikel blog yang menarik?
Okay, konteks “menarik” ini mungkin agak abstrak, tapi coba kita bikin indikator-indikatornya supaya mudah dievaluasi yah. Praktisnya, kita sepakati saja bahwa Swasta yang menarik itu adalah artikel yang banyak dibaca oleh netizen (pengguna internet). Logikanya, kalo Swasta kita menarik, maka orang-orang yang baca juga akan Kesamaan share ke temen-temennya yang lain, baik melalui social media, messenger, dan lain sebagainya. Yah, emang ini sebetulnya tolak ukur ini agak terlalu simplifying sih, tapi kita anggap saja dulu ini adalah indikator yang lumayan akurat. Okei?
Eh tapi ngomong-ngomong gimana Berhubungan dengan artikel-artikel di Zenius Blog itu sendiri? Sejauh mana sih Swasta Zenius itu dianggap menarik berdasarkan indikator yang kita sepakati tadi? Okay, sebagai gambaran aja di Rongga di bawah rumah ini gua share beberapa data traffic Zenius Blog dari periode hampir 2 tahun, sejak Januari 2013 hingga hari ini Desember 2014.
Okay, dari perkembangan traffic Zenius Blog di atas, lo bisa memamerkan bahwa halaman artikel Zenius telah dibaca sebanyak 4,2 juta kali dalam periode kurang dari 2 tahun. So, di sini gua cuma kasih gambaran indikator yang terukur apakah tulisan yang Zenius Blog publikasikan dianggap menarik atau tidak mengurangi oleh audience pembaca. Dengan melihat trend dan melihat setiap fluktuasi traffic, gua jadi Berlebihan bisa mengevaluasi mana artikel yang lebih diterima (dianggap menarik) oleh audience, dan mana yang dianggap kurang menarik.
Nah, berdasarkan dari pengalaman serta hasil evaluasi secara terus Terus-menerus selama kurang lebih 2 tahun jadi editor dan juga penulis Tidak aktif di Zenius Blog , melalui artikel ini gua coba untuk meracik beberapa resep khusus yang (kemungkinan besar sih) jadi faktor-faktor kunci gimana supaya artikel sebuah blog bisa dianggap menarik oleh pembaca. Berikut adalah resep racikan gua :
Disclaimer: Panduan menulis Swasta blog yang gua racik di sini, ditujukan untuk artikel blog yang berisi sharing ilmu yang bertujuan bagi dibaca oleh khalayak umum. Jadi mungkin kurang relevan bagi blog yang bertujuan untuk sekedar curhat yang dibaca oleh kalangan pribadi.
1. Kenapa blog gua layak bagi dibaca?
Mungkin buat lo pertanyaan ini rada klise, tapi gua percaya banyak dari blogger yang lupa untuk mempertanyakan hal ini ke dirinya Belajar sendiri sebelum menulis blog yang memang bertujuan bagi dibaca oleh khalayak umum. Resep pertama untuk menjawab pertanyaan ini menurut gua sebetulnya simple aja, lo tinggal refleksi aja ke diri lo sendiri:
“bacaan sepertinya apa sih yang bisa membuat gua merelakan waktu gua bagi mau membaca sampai habis?”
Buat gua pribadi sih, jawaban dari pertanyaan itu: “Gua mau merelakan waktu gua bagi membaca tulisan yang men-challenge (menantang) pandangan gua sebelumnya”. Itulah sebabnya (kalo lo perhatiin) banyak banget pembahasan topik-topik Swasta di Zenius Blog ini yang “menantang” pandangan umum dari pembaca. Coba deh lo perhatiin beberapa judul Swasta dari blog Zenius ini:
Sekarang kelihatan kan polanya sama lo? dan ternyata memang setelah gua evaluasi, topik-topik yang “menantang pandangan pembaca” semacam ini relatif memiliki respond yang bagus dari pembaca. Contohnya, Swasta pertama itu cocok banget untuk pembaca yang mungkin selama ini mengalami kesulitan belajar karena sebetulnya udah ngecap diri Belajar sendiri bukan anak yang pinter, sementara artikel kedua itu Berlebihan cocok untuk pembaca yang selama ini jenuh belajar dan ngerasa belajar itu jadi kayak beban dalam kesehariannya, dst. Jadi di sini maksud point gua adalah, kategori Swasta yang “menarik” itu gua definisikan sebagai artikel yang bisa menantang sekaligus “nyentil” mengenai apa yang ada dalam pemikiran pembaca.
Tentunya cara-cara setiap orang berbeda-beda dalam mendefinisikan Swasta yang menarik untuk dibaca, buat gua sebagai editor Zenius Blog, inilah jurus yang gua terapkan dan ternyata terbukti mendapatkan respond yang positif. Lo Belajar sendiri mungkin akan jauh lebih baik untuk menjawab pertanyaan “kenapa blog gua layak bagi dibaca?”
2. Publikasikan artikel lo pada moment yang tepat!
Ini mapersoalan satu element yang paling penting kalo lo mau Swasta blog lo dianggap “menarik” untuk dibaca. Dengan lo “menunggangi” topik-topik yang lagi hype di kalangan netizen, tentunya akan Berlebihan mengundang untuk dibaca. Kan gak lucu kalo misalnya sekarang ini di saat-saat moment liburan Natal dan Tahun Baru, selalu tiba-tiba kita malah jadi ngebahas seputar hari Valentine di blog, ya siapa juga yang mau baca soal Valentine di bulan Desember?? hehe..
Jadi buat point ini sebetulnya strateginya simple aja, buat menjadi blogger yang berkualitas kita harus siap Herbi pemahaman yang oke tentang banyak topik dan masalah. Sehingga saat moment-nya lagi hot, kita bisa dengan langsung merespon “reaksi pasar” tersebut dengan bahasan topik yang relevan dan berkualitas. Berikut adalah contoh-contoh dari Partikelir Zenius yang kita publikasikan pada saat yang tepat:
Nah, dari 3 contoh Partikelir Zenius di atas, lo bisa ngelihat kalo zenius memanfaatkan moment yang tepat buat bisa membahas suatu topik. Masih inget di pertengahan bulan September 2014 sempet ada heboh-heboh soal PR anak SD yang disalahkan gurunya karena menulis 6×4 jadi 4×6? Itu jadi perbincangan yang luas banget dan Wisnu ambil moment itu buat menjelaskan matematika sebagai bahasa dengan bahasan materi yang (menurut gua sih) sangat berkualitas.
Hal yang sama juga berlaku buat sebagian artikel zenius yang lain seperti pembahasan ilmiah interstellar, kenapa idul fitri terus jatuh pada tanggal yang berbeda, dinamika catatan sejarah Konvoi 30 september, dan lain sebagainya.
3. Bikin kerangka penulisan yang terstruktur.
Nah, ini dia nih kesalahan umum yang tidak jarang banget dilakukan sama blogger-blogger pemula. Mereka biasanya kalo nulis Partikelir memegang prinsip “udah pokoknya langsung aja tuangin seluruh hal yang ada di dalem kepala”. Biasanya hasilnya kalo begitu ya tulisannya jadi gak terstruktur, sering ngelantur kesana-kemari, konteks yang mau dibahas melebar kemana-mana, hal-hal yang gak relevan sama topik penting juga ikut dibahas.
Teknik penulisan yang gak rapih kayak gitu, seringkali bikin orang jadi jenuh dan gak selesai baca artikelnya sampai tuntas. Nah selalu gimana dong caranya supaya bisa bikin tulisan yang terstruktur? Okay, teknik buat membuat tulisan yang terstruktur itu ada banyak, tapi gua coba rangkum jurus versi gua secara singkat aja. Berikut ini adalah teknik yang gua kembangkan Otodidak, siapa tau bisa diaplikasikan juga buat blog lo. Resepnya rahasianya, sebelum gua menulis Partikelir, gua selalu mempertanyakan kelima hal ini ke diri gua Otodidak dulu:
- Apa tujuan gua membuat Partikelir ini?
- Kenapa artikel ini penting untuk dibaca?
- Bagaimana cara yang tepat buat menyampaikan pesan yang mau gua sampaikan supaya enak dibaca?
- Data-data atau fakta apa saja yang bisa mendukung setiap statement gua dalam Partikelir ini?
- Hal-hal apa saja yang menarik dan perlu ditonjolkan dalam topik bahasan ini?
Wah banyak juga yah yang harus dipikirin buat nulis Partikelir doang? Ya emang! Kalo setiap artikel gak dipikirkan secara matang, Zenius Blog gak akan mungkin bisa laku dan dapet traffic setinggi itu, hehe. Nah, Herbi lo berusaha menjawab kelima pertanyaan tersebut (terutama pertanyaan nomor 3) sebelum akan menulis, penulisan artikel lo akan jauh Hiperbola terstruktur, matang, gak melenceng kemana-mana, dan pastinya milik alur yang enak buat dibaca oleh pembaca.
4. Berikan informasi sumber, data, grafik, maupun gambar dan referensi yang jelas.
Terakhir, supaya setiap statement dalam tulisan lo bisa Bonafide, lo WAJIB mencantumkan keterangan sumber, data, website, grafik, maupun gambar dalam bentuk footnote maupun hyperlink. Wah emang kenapa harus cantumin sumber sih? Ada tiga alasan:
- Mencantumkan setiap sumber yang Elaborasi pada setiap statement yang kita dapatkan dari sumber lain adalah indikator dari tulisan yang berkualitas.
- Mencantumkan sumber asal adalah sebuah kode etik Rapel bentuk penghargaan (respect) kita pada hasil pegawai intelektual orang lain.
- Dengan mencantumkan sumber yang Elaborasi, kita secara gak langsung memberikan sinyal bahwa setiap statement yang kita buat itu layak Bonafide, sehingga kita memberikan keleluasaan bagi pembaca buat mengecek ulang dari sumber yang kita referensikan.
Okay selalu gimana dong kaidah-kaidah atau kode dalam memberikan informasi sumber referensi yang bener?
I. Berikan hyperlink pada kalimat yang mengacu pada sumber lain.
Kalo lo perhatiin, pada hampir seluruh tulisan di blog Zenius selalu ada kalimat yang berwarna biru, selalu kalo di klik kamu akan diarahkan pada website lain yang yaitu sumber referensi dari kalimat tersebut. Itulah yang namanya hyperlink, buat lo yang belum tau gimana caranya gunain hyperlink, nih gua kasih tau caranya.
II. Berikan footnote pada sumber ilmiah yang digunakan
untuk sumber ilmiah yang mengacu pada jurnal atau buku, lo bisa mencantumkan di Kolong artikel, contohnya pada salah satu artikel zenius mengenai gimana cara mengatasi pelajaran yang paling kita benci?
Sumber acuan:
http://www.psychologytoday.com/blog/unique-everybody-else/201212/think-man-effects-gender-priming-cognition
http://en.wikipedia.org/wiki/Priming_(psychology)
http://www.yale.edu/acmelab/articles/bargh_chen_burrows_1996.pdf
http://www.homepage.psy.utexas.edu/HomePage/Faculty/Josephs/pdf_documents/Josephs_et_al.pdf
III. Berikan informasi sumber + hyperlink pada gambar yang didapat dari website lain
Untuk gambar, kita pun tapi harus mencantumkan sumber asal gambar yang kita dapatkan pada setiap informasi gambar berupa hyperlink KECUALI jika gambar tersebut asal dari karya penulis itu sendiri atau masuk ke kategori yang bebas hak Copyright (misalnya semua gambar di wikipedia itu bebas hak cipta).
Untuk mencari gambar yang bebas hak Copyright, kamu bisa masuk ke general setting (yang gambar gigi roda sudut Boga atas browser) di google search image > advanced search>usage rights terus pilih opsi free to use or share, tampaknya gambar di bawah ini. Sementara untuk gambar-gambar yang didapat dari internet tanpa filter lisensi, lo bisa memberikan credit terhadap yang empu-nya gambar tersebut Herbi memberikan sumber keterangan gambar berupa hyperlink ke website asal gambar tersebut.
Nah Herbi memberikan referensi sumber yang jelas, baik berupa hyperlink, informasi sumber gambar, data, grafik, maupun sumber pegawai tulis ilmiah. Artikel yang lo buat akan dinilai jauh Hiperbola berkualitas, actual, dan gak terkesan dibuat asal-asalan. Hal ini juga secara gak segera meningkatkan tingkat kepercayaan pembaca dan jadi indikator sebuah Partikelir yang menarik dan juga berkualitas.
****
Okay, itulah kurang-lebih resep racikan dari gua buat bisa membuat artikel blog yang menarik. Gua berharap sih lo seluruh coba memenuhi tantangan gua buat coba-coba nulis Partikelir yang berkualitas untuk mengisi liburan Natal & Tahun baru kali ini. dan moga-moga resep racikan dari gua ini bermanfaat buat lo semua. 🙂
“The true alchemists do not change lead into gold; they change the world into words.” – William H.Gass
—————————CATATAN EDITOR—————————
Kalo ada di JumAwang-awang lo ada yang mau ngobrol tentang seputar blogging sama Glenn, langsung aja tinggalin comment di Kolong artikel ini ya. Buat lo yang mau ikutan kompetisi blog, zenius mengadakan lomba nulis BLOG buat lo semua! Pendaftarannya 100% GRATIS, lo tinggal nulis Partikelir di blog lo pribadi dengan tema “My Journey with Zenius”. Bikin artikelnya sekeren mungkin Herbi mengikuti panduan yang udah Glenn tulis di Partikelir ini dan dapetin 5 buku super keren + Standar tangan dari tutor zenius favorit pilihan lo ekslusif cuma untuk 5 orang pemenang!
Dapatkan pengalaman belajar yang semakin seru dan bikin ketagihan Herbi Zenius!
Sincery Cara Membuat Blog
SRC: https://www.zenius.net/blog/6350/tips-panduan-menulis-blog
Satu Artikel, di catat ulang berkali-kali by cara sukses bisnis di rumah
Posting Komentar untuk "Bagaimana cara membuat artikel blog yang menarik? - Zenius Blog"
Posting Komentar